Islam Di Jepang Dan Asal Usul Berdirinya Mesjid Kobe Yang Kokoh

Advertisement
Advertisement
Islam Di Jepang Dan Asal Usul Berdirinya Mesjid Kobe Yang Kokoh.Dalam artikel terkait kami susun tentang mesjid yang bersejarah di jepang,adalah mesjid kobe yang didirikan pada tahun 1928 oleh para pedagang muslim yang berasal dari india dan timur tengah.juga kami susun bagi anda yang mau berlibur dengan acara tour ke jepang untuk melihat kemegahan mesjid kobe dan tempat-tempat wisata lainnya di jepang.

Bila kita menelusuri kota matahari ini yang terkenal dengan budaya agamanya adalah penganut shinto terbesar di dunia juga hampir seluruh penduduknya adalah mayoritas beragama shinto,begitupun dalam aksi penjajahan ke negara indonesia jepang merupakan penjajahan yang sangat kejam melakukan kekerasan di indonesia.

Hal ini bisa dilihat dari kubah besar dan dua buah menara kembar di sampingnya.Mesjid ini terlihat menakjubkan sebagai bukti yang nyata saat terjadi peritiwa yang terpenting di jepang,seperti terjadi perang dunia II saat Amerika menjatuhkan bom di kota ini dan gempa bumi berkekuatan tinggi mesjid kobe tetap berdiri kokoh.

slam Di Jepang Dan Asal Usul Berdirinya Mesjid Kobe Yang Kokoh

Jika sahabat wisata muslim sedang berkunjung ke negeri jepang, jangan lupa untuk menyempatkan diri mampir ke Mesjid Kobe. Masjid tertua di Jepang ini merupakan masjid pertama yang dibangun pada tahun 1928 di kawasan paling terkenal di Kobe,sebagai bukti mesjid yang bersejarah kuat dan kokoh Nakayamate Dori, Chuo-ku.

ASAL USUL MESJID KOBE

Anda pergi ke jepang memburu mesjid kobe untuk liburan tentu anda akan bertanya-tanya siapa siapa orang yang mendirikan mesjid semegah ini? Memang wajar jika sahabat wisata muslim bertanya-tanya seperti itu. Maklum, Jepang lebih identik dengan agama Shinto-nya. dan jepang sangat sedikit penganut muslimnya beda dengan muslim di Guangzhou cina,disana muslim paling banyak dan mesjid nya juga banyak.

Menurut catatan sejarah, pendirian mesjid ini tidak terlepas dari kedatangan para pedagang Muslim yang berasal dari wilayah India dan Timur Tengah ke kota Kobe seabad yang lalu. Jumlah para pedagang Muslim yang tinggal di Kobe pada awal tahun 1900-an masih terbilang sedikit. Mereka biasa melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan di rumah-rumah atau aula hotel.

Pada tahun 1920-an, jumlah komunitas muslim di Kobe kian tahun kian meningkat. Akhirnya, mereka segera memutuskan untuk membangun Mesjid Kobe. Beberapa sumber menyebutkan bahwa perancang Mesjid Muslim Kobe adalah seorang arsitek asal Ceko bernama Jan Josef Svagr. Arsitek inilah yang telah merancang banyak bangunan bergaya Barat di Jepang. Svagr merancang masjid ini dengan gaya Turki tradisional.

Jika sedang berada di sana, Anda akan melihat struktur bangunan tinggi dengan kubah utamanya yang besar. Itulah gaya khas Turki tradisional. Namun, bentuk jendelanya yang meruncing mengingatkan kita pada bentuk jendela yang terdapat di mesjid-mesjid bergaya India atau Persia. Sementara dua buah menara kembar yang mengapit pintu utama mesjid dan kubah utama tunggalnya mengingatkan kita pada Mesjid Sunitskaia di Vladikavkaz, Rusia.

KEISTIMEWAAN MESJID KOBE

Okke sahabat wisata muslim perlu tahu cerita yang satu ini. Konon ceritanya, Mesjid Kobe ini pernah menjadi korban keganasan perang dunia II. Akibat dari serangan itu, kota Kobe bisa dibilang rata dengan tanah. Sebagian besar bangunan luluh-lantak. Tapi Subhanalloh, keajaiban terjadi. Mesjid Kobe tetap berdiri tegak. Mesjid ini hanya mengalami keretakan pada dinding luar dan semua kaca jendelanya pecah. Bagian luar mesjid menjadi agak hitam karena asap serangan bom.

slam Di Jepang Dan Asal Usul Berdirinya Mesjid Kobe Yang Kokoh

Pemerintah Arab Saudi dan Kuwait menyumbang dana renovasi dalam jumlah yang besar. Kaca-kaca jendela yang pecah diganti dengan kaca-kaca jendela baru yang didatangkan langsung dari Jerman. Sebuah lampu hias baru yang indah digantungkan di tengah ruang shalat utama sehingga membuat megah Mesjid Kobe ini. Sistem pengatur suhu ruangan lalu dipasang untuk membuat nyaman bagi para jamaah mesjid.

Umat Islam kembali menikmati kegiatan-kegiatan keagamaan mereka di Mesjid Kobe. Donasinya bahkan bisa membuat Mesjid Kobe menjadi semakin berkembang pesat. Pada 1992 Masjid Kobe memiliki fasilitas pusat Islam berupa bangunan kelas, ruang resepsi, perpustakaan, kantor, dan bangunan apartemen.

Ketahanan Mesjid Kobe diuji lagi pada 17 Januari 1995. Kali ini dengan gempa berkekuatan 7,2 skala Richter yang dinamakan Gempa Hanshin-Awaji. Walaupun kota Kobe saat itu hancur berantakan, tetapi mesjid Kobe tetap berdiri kokoh di antara puing-puing bangunan di sekitarnya.

Pemandangan luar biasa ini membuat Mesjid Kobe menjadi sorotan penting dalam pemberitaan di media massa. Tidak heran jika mesjid ini menjadi tempat penyelamatan bagi para korban gempa dan sekali lagi menjadi tempat pengungsian warga Kobe.

Untuk kedua kalinya, Allah Azza Wajalla menunjukkan kekuasaan dan juga rahmat-Nya di bumi Kobe. Sungguh ajaib menyaksikan bangunan mesjid yang berusia hampir tujuh dekade ini masih terpancang indah manakala bangunan modern lain yang baru berusia satu dekade runtuh menyembah bumi. Itulah kekuasaan Allah SWT terhadap rumah-Nya dari berbagai bencana dan kerusakan.

AKTIVITAS DI MESJID KOBE

Selain sebagai tempat pelaksanaan shalat dan pembelajaran Islam, banyak sekali kegiatan keagamaan lainnya dilakukan di Mesjid Kobe ini. Pada bulan Ramadan contohnya, acara berbuka puasa bersama (ifthar jama’i) dan beberapa perayaan selalu dilakukan di basement mesjid. Berbagai jenis makanan dan minuman dari berbagai negeri selalu dihidangkan sebagai menu berbuka puasa.

Seluruh bagian mesjid selalu penuh oleh jamaah ketika shalat tarawih di malam bulan suci Ramadhon dilaksanakan. Begitu juga dengan pelaksanaan shalat Ied selalu penuh dengan jamaah untuk melaksanakan shalat ied. Mesjid Kobe selalu menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Islam yang tinggal di Kobe pada saat itu.

Di samping masjid terdapat sebuah bangunan pusat Islam dan lapangan parkir luas yang juga sering dipakai sebagai tempat shalat tambahan pada waktu shalat Jumat atau shalat Ied. Selain itu, bagi sahabat wisata muslim yang ingin mendapatkan makanan halal tidak perlu bingung lagi. Hal ini disebabkan di sekitar mesjid terdapat beberapa toko dan restoran yang menjual makanan halal.

Seperti mesjid lainnya, siapa pun dipersilakan untuk datang ke mesjid ini, hanya saja pengunjung harus berpakaian sopan, tidak mengeluarkan suara keras ketika berada di dalam mesjid, dan menjaga anak-anak supaya tidak berlarian. Pada hari Sabtu dan Ahad, mesjid ini menyelenggarakan kelas pembelajaran Islam bagi anak-anak, wanita, dan pria. Mesjid ini juga melayani acara pernikahan, pemakaman, konferensi, dan bimbingan haji.

Demikian imformsi tentantang mesjid kobe di jepang yang kami sampaikan dan kami susun di artikel ini,semoga bermanfaat bagi anda terutama yang mau berlibur acara tour ke jepang bagi sahabat muslim jangan lupa mamfir ke mesjid kobe. Sejak 75 tahun yang lalu sampai saat ini, Mesjid Kobe tetap menjadi salah satu ikon terpenting yang mencerminkan sejarah dan keberadaan umat Islam di Jepang terimakasih anda telah mengunjungi blog kami.

Advertisement